JAKARTA –  Sudah ada 38 perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di pasar modal (Bursa Efek Indonesia atau BEI) tahun ini. Namun ternyata masih ada 26 perusahaan lagi yang akan melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan dari 26 perusahaan yang ada di pipeline 2021 itu, termasuk startup. “Jika ditinjau dari 26 perusahaan di pipeline 2021, terdapat satu Perusahaan yang tergolong ke dalam start-up dan merupakan hasil binaan dari IDX Incubator,” tuturnya Jumat (17/9).

Nyoman menerangkan calon emiten dari startup itu akan masuk dalam kategori sektor teknologi dan sub sektor software & IT services. Sebab startup itu sebuah perusahaan teknologi informasi inkubator startup yang membangun produk perangkat lunak.

 Tak hanya startup di dalam pipeline IPO itu juga 2 anak BUMN. Meskipun Nyoman tak menyebutkan nama BUMN tersebut. “Dari pipeline 26 tersebut ada 2 BUMN and subsidiary. Adapun kisaran dana dihimpunnya belum dapat kami sampaikan, karena proses book building dalam rangka pembentukan harga belum selesai dilakukan,”  kata Nyoman.

Dari 26 perusahaan yang antre melakukan IPO itu terdiri dari 4 perusahaan aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar), 7 perusahaan dengan aset skala menengah (Rp50 miliar-Rp250 miliar) dan 15 perusahaan aset skala besar (di atas Rp250 miliar).

Secara rinci 26 perusahaan calon emiten yang dibagi dari sektornya adalah 1 Perusahaan dari sektor Basic Materials, 3 Perusahaan dari sektor Industrials, 1 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistic, 6 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals, 6 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals,

Kemudian 1 Perusahaan dari sektor Technology, 3 Perusahaan dari sektor Energy, 3 Perusahaan dari sektor Financials,1 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate dan 1 Perusahaan dari sektor Infrastructures.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp