2025, Indonesia Balik Modal dari Pembelian Saham Freeport Rp53 T

Orias Petrus Moedak. (Foto ist)

JAKARTA – Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak memastikan Indonesia bakal balik modal pada 2025 dari hasil pembelian 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) senilai US$3,85 miliar atau Rp53,9 triliun (kurs Rp14.000).

“Dari modal yang kita keluarkan US$3,85 miliar itu diterima kembali kalau total absolut saja itu sampai 2025 sudah kembali,” kata  Orias dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (31/3).

Berdasarkan perhitungan konservatif, dia menjelaskan bahwa Indonesia akan mendapatkan pemasukan dari PTFI sebesar US$200 juta di 2021, US$400 juta di 2022, US$1 miliar di 2023, US$1,5 miliar di 2024 dan US$1,5 miliar di 2025.

 Bahkan, bagian yang diterima Indonesia bisa lebih besar dari itu. Sebab, perhitungan di atas menggunakan asumsi harga copper (tembaga) diUS$ 2,75 per pound. Sementara posisi riil saat ini adalah US$4 per pound.

“Jadi kita sangat optimis bahwa angka (bagian yang diterima Indonesia) itu sebenarnya bisa lebih. Itu angka konservatif. Kalau toh dia meleset ke 2026 pun tidak apa-apa bahwa itu akan balik (balik modal). Tapi hitungan kami 2025 itu akan kembali,” tambah Orias.

Ia juga memaparkan ada tawaran dari perusahaan RRT, Tsingshan untuk membangun smelter di Halmahera, Maluku Utara untuk fasilitas pemurnian hasil tambang Freeport Indonesia. “Kami mendapatkan tawaran juga dari pihak lain dalam hal ini dari pihak Tsingshan untuk ada alternatif untuk ke Halmahera,”  ujarnya. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp