International Media

Minggu, 2 Oktober 2022

Minggu, 2 Oktober 2022

20 Napi Tewas dan Belasan Luka-luka akibat Kerusuhan di Penjara Turi Ekuador

Kerusuhan pecah di salah satu penjara penjara di Ekuador.

Otoritas Ekuador mengungkapkan  pada Senin (5/4) mereka  telah berhasil mengendalikan sepenuhnya keadaan penjara yang terletak di  selatan negara itu, pasca-kerusuhan yang pecah sehari sebelumnya, Minggu (4/4). Dalam kerusushan itu dilaporkan 20 narapidana tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Jenderal Carlos Cabrera, komandan kepolisian nasional Ekuador saat  konferensi pers mengatakan, kekerasan di penjara Turi, dekat kota Cuenca, dimulai Minggu (3/4) pagi karena perselisihan kepemimpinan di antara anggota geng yang dipenjara yang dikenal sebagai ‘Serigala’.

Cabrera mengatakan 19 korban tewas karena “tindakan kekerasan” dan satu tewas setelah menelan zat kimia. CNN Espanol melaporkan setidaknya 11 lainnya terluka.

Pihak berwenang sedang bekerja untuk mengidentifikasi mayat para korban untuk memberi tahu kerabat mereka. Lima narapidana lainnya terluka dalam kerusuhan itu.

Sistem penjara Ekuador berada dalam keadaan darurat sejak bentrokan mematikan pada September 2021, ketika 118 orang tewas dalam bentrokan yang melibatkan senjata otomatis dan bahkan granat.

Menurut angka dari layanan penjara Ekuador SNAI, lebih dari 300 narapidana tewas dalam kekerasan penjara pada 2021.

Ekuador adalah titik transit utama pada rute yang membawa kokain dari Amerika Selatan ke AS dan Asia, yang menjadikannya lahan subur bagi bentrokan geng. Dalam perjuangan yang meningkat untuk kontrol teritorial ini, penjara telah menjadi medan pertempuran yang diperebutkan.

Penjara juga secara kronis penuh sesak. Pada Juli 2021, kepala penjara saat itu Eduardo Moncayo mengatakan kepada media lokal bahwa Lembaga Pemasyarakatan Litoral di Guayaquil adalah yang paling penuh sesak di negara itu, dengan lebih dari 9.000 narapidana di sebuah fasilitas yang direncanakan untuk 5.000 orang. Pada Oktober tahun lalu, pihak berwenang mengatakan ribuan narapidana, termasuk orang tua, wanita dan mereka yang cacat dan penyakit terminal, akan diampuni untuk membebaskan ruang tahanan agar tidak penuh.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga