17 Calon Dubes RI Jalani Fit and Proper Test di DPR

Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani.

JAKARTA – Komisi I DPR RI mulai melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 33 Calon Duta Besar (Dubes) mulai Senin(12/7) kemarin hingga Rabu (12/7).

Uji kepatutan dan kelayakan ini dibagi dalam 6 sesi selama 3 hari berturut-turut dan bersifat tertutup.

“Fit and proper yang terdiri dari 6 sesi selama 3 hari bersifat tertutup, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dimana masing-masing fraksi mengirimkan satu orang perwakilannya dengan maksimal durasi per sesi 2 jam 15 menit,” kata Anggota Komisi I DPR Christina Aryani, Senin (12/7).

Sebagai legislator Daerah Pemilihan DKI Jakarta II yang juga mewakili konstituen Luar Negeri, Christina mengaku, pihaknya secara khusus telah menjalankan penjaringan aspirasi dan masukan konstruktif dari WNI di luar negeri terkait perbaikan kinerja perwakilan. Masukan yang telah diterima antara lain dari komunitas WNI di Australia, Timor Leste, Perancis, Kanada, dan negara lainnya.

“Penjaringan ini berguna untuk mendapatkan masukan aktual dan memastikan komitmen dari para calon duta besar yang akan ditempatkan,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, selain persyaratan dasar, kedalaman wawasan serta keterampilan komunikasi, Calon Dubes juga harus memahami beragam aspek menyangkut negara/organisasi internasional dimana mereka akan ditempatkan.

“Kami juga menaruh perhatian khusus pada upaya perlindungan WNI kita di luar negeri, utamanya menyangkut akses terhadap vaksin dalam kondisi pandemi Covid-19,” imbuh Christina.

Christina menambahkan, beberapa tugas penting Dubes yang digarisbawahi di antaranya, kesanggupan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan mengembangkan kerjasama internasional; meningkatkan nilai ekspor dan kunjungan wisatawan; serta menarik investasi dan peluang-peluang bisnis lainnya.

“Harapan kami, proses fit and proper dapat berjalan lancar, dan melalui pertimbangan DPR-RI, Indonesia akan dapat mengirimkan Calon Duta Besar terbaik untuk masing-masing negara perwakilan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah di luar negeri,” harapnya.

Berikut, 17 nama Calon Dubes RI untuk negara sahabat yang akan diuji pada Senin (12/7): Siswo Pramono (Australia, Vanuatu), Pribadi Sutiono (Slovakia), Bebeb A.K. Djudndjunan (Yunani), Triyogo Djatmiko (Tanzania, Burundi, Rwanda), Sunarko (Sudan), Febrian A. Ruddyard (PTRI Jenewa), Okto Dorinus Manik (Timor Leste).

Kemudian Damos Dumoli Agusman (Austria, Slovenia, UNOV, UNODC, UNCITRAL, UNOOSA, UNIDO, IAEA, CTBTO, OFID, IACA), Daniel TS Simanjuntak, Anita Lidya Luhulima (Polandia), Suwartini Wirta (Kroasia), Arrmanatha Nasir (PTRI New York) Berikutnya, Tatang B.U. Razak (Kolombia, Antigua, Barbuda, Barbados, St. Kitts dan Nevis), Heru Subolo (Bangladesh, Nepal), Gafur Akbar Dharmaputra (Ukrania, Armenia, Georgia), Ina Hagniningtyas Krisnamurthi (India, Bhutan), dan Fientje Suebo (Selandia Baru, Samoa, Tonga, Kep. Cook dan Niue).***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp