International Media

Jumat, 27 Mei 2022

Jumat, 27 Mei 2022

16 Orang Tewas dan 13 Kritis Akibat Kecelakaan Truk Tambang Emas di Papua  

Sebanyak 16 orang meregang nyawa dalam kecelakaan truk penambang emas di Papua.

MONOKWARI – Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 13 korban lainnya kritis,  setelah truk penambang emas mengalami kecelakaan di KM 10, Distrik Minyambou, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat, Rabu (13/4).

Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom membenarkan terjadi kecelakaan yang menewaskan belasan korban.  Parasian mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP, sementara para korban sudah dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Parasian mengatakan, berdasarkan laporan  sementara dari hasil olah TKP, 13 orang meninggal dunia di lokasi kejadian, 3 orang meninggal dunia setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Warmare, sementara 13 orang lainnya dalam kondisi kritis.

“Sebanyak 13 orang penumpang dalam kondisi kritis masih dirawat di RS Pratama Warmare, sementara 13 jenazah yang meninggal dunia di lokasi kejadian sudah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Manokwari,” ucap Kapolres.

Kapolres mengatakan bahwa terkait identitas dan pekerjaan puluhan korban kecelakaan maut ini belum dapat dipastikan sebagai pekerja tambang emas ilegal, karena masih dalam upaya penyelidikan.

“Kami belum bisa pastikan apakah mereka pekerja tambang emas ilegal atau bukan, karena masih menunggu proses pemulihan korban luka-luka untuk dimintai keterangan,” ujar Parasian. Polisi telah merilis identitas 16 korban meninggal.  Berikut nama dan identitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Manokwari: Andre  (sopir truk), Servasius Lelok (buruh), Alexander Mauk Butak B. Ahoren (buruh), Ardianus Kin (buruh), Linda (buruh), Paulus (buruh), Istin Nahak (balita 3 tahun), Hengki Boymau (buruh), Santus (buruh), Stevanus Malik (buruh), Edmon Aliando (buruh), Bernadus A. Nahak (buruh),  Yohanes A. Tomuk (buruh),  Vincensius K Nahak (buruh), Gregorius Kefi (buruh),  Lau Servas (buruh).***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga