Petugas kesehatan merapihkan tempat tidur di ruang perawatan pasien Covid-19, Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/4). Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor menurun dengan jumlah tempat tidur isolasi yang terisi hanya 30,7 persen. Angka ini jauh di bawah ambang batas BOR menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 60 persen.

BOGOR- Masa operasional Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor, yang menggunakan gedung Wisma Atlet di kawasan GOR Pajajaran Kota Bogor, akan berakhir sembilan hari lagi. Sejak 18 April 2021 RS Lapangan Kota ini diperkirakan akan setop beroperasi.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan, saat ini tren kasus harian Covid-19 di Kota Bogor menurun secara signifikan. Ditambah lagi, bed occupancy rate (BOR) di Kota Bogor hanya mencapai angka 30,6 persen. Angka tersebut jauh di bawah standar WHO yakni 60 persen.
“Kelihatannya dari tren kasus harian kan menurun jauh, bahkan BOR pun turun banget kisaran 30 persen jauh dari standar WHO. Kemungkinan kita akan kembali ke rumah sakit. Jadi rumah sakit lapangan kemungkinan tidak akan diperpanjang,” kata Dedie, Jumat (9/4).
RS Lapangan Kota Bogor memiliki masa operasional selama tiga bulan. Yakni 18 Januari 2021 hingga 18 April 2021. RS Lapangan dibuat untuk meningkatkan BOR di Kota Bogor. Dengan 64 tempat tidur (TT), pasien Covid-19 berstatus hijau dan kuning atau bergejala ringan bisa dirawat di RS Lapangan Kota Bogor.
Lebih lanjut, Dedie mengatakan, nantinya pasien Covid-19 bergejala ringan bisa dirawat di rumah sakit biasa atau melakukan isolasi mandiri di rumah. “Kalau gejala ringan kan di rumah juga bisa. Gejala sedang dan berat boleh lah ke rumah sakit. Tetapi yang pasti kita upayakan dengan menggalakkan vaksin, menghindarkan dari kerumunan, dan protokol kesehatan ditingkatan. Itu Insya Allah menurunkan risiko penyebaran Covid-19,” tuturnya.
Sementara itu, Humas dan Sekretariat RS Lapangan, Armein Sjuhary Rowi mengaku belum mengetahui apakah RS Lapangan Kota Bogor akan dilanjutkan beroperasi atau dihentikan. “Sesuai kesepakatan awal, terhitung tiga bulan, maksimal sampai 18 April beroperasi. Sisanya menunggu keputusan, apakah akan lanjut atau dihentikan,” kata Armein.
Sejauh ini, lanjut Armein, RS Lapangan sudah merawat 339 pasien positif Covid-19, yang terdiri dari 165 pasien pria dan 174 pasien wanita. Hari ini, RS Lapangan saat ini masih merawat sembilan orang pasien dengan kategori hijau. “Saat ini masih ada 9 orang pasien kategori hijau yang masih dirawat,” jelas Armein. gio

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp